Analisis Perencanaan Obat Antibiotik Dengan Metode ABC Di Instalasi Farmasi RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo

Penulis

  • Yunika Yusup Sulistyowati Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
  • Susi Endrawati Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
  • Cipto Priyono Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia

DOI:

https://doi.org/10.55181/ijms.v9i1.360

Kata Kunci:

Perencanaan Obat, Metode ABC

Abstrak

Perencanaan obat adalah upaya penetapan jenis, jumlah, dan mutu obat sesuai dengan kebutuhan. Antibiotik digunakan sebagai terapi utama pada kasus infeksi bakteri, sehingga perlu perencanaan yang baik untuk mengendalikan persediaannya. Penelitian bertujuan 1) mengetahui sistem perencanaan obat oral antibiotik rawat jalan dan rawat inap di Instalasi Farmasi RSUD Ir. Soekarno, disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016, tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. 2) mengetahui analisis ABC dalam perencanaan obat oral antibiotik rawat jalan dan rawat inap di Instalasi Farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data kuantitatif menggunakan Microsoft Excel 2010. Data diperoleh dari item obat oral antibiotik serta pemakaian periode bulan Oktober—Desember 2020 dan harga beli obat. Data dianalisa dengan metode ABC. Hasil penelitian daftar obat oral antibiotik terdapat 26 item. Kelompok antibiotik A terdiri 6 item, B terdiri 6 item, C terdiri 14 item. Kesimpulan: sistem perencanaan obat oral antibiotik sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.72 Tahun 2016, tentang standar pelayanan kefarmasian. Analisa perencanaan obat oral antibiotik rawat jalan dan rawat inap di instalasi farmasi periode bulan Oktober-Desember 2020 yang termasuk kelompok A menyerap anggaran Rp. 19.179.250,10 (70%), kelompok B Rp 5.582.700,00 (20%), kelompok C Rp. 2.684.764,60 (10%) dari total anggaran keseluruhan.

Referensi

Departemen Kesehaatan RI. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1197 / MENKES / SK / X / 2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Depkes RI. Jakarta.

Departeman Kesehatan RI. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Depkes RI. Jakarta.

Henni, F. 2016. Manajeman Logistik Farmasi Rumah Sakit. Gosyen. Publishing. Yogyakarta.

Krisnaningtyas, H, Yuliastuti, F, & Kusuma, T.M. 2015. Analisis Perencanaan Obat dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan Periode Tahun 2013. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. Universitas Muhammadiyah. Magelang. Magelang.

Kemenkes RI. 2011. Pedoman Kefarmasian untuk Terapi Antibiotik. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Modeong, N.2012. Evaluasi Perencanaan Obat Berdasarkan Metode ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.M. Dunda Kabupaten Gorontalo Tahun 2011. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D3 Farmasi. Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo.

Permenkes RI, Nomor 72 Tahun 2016. Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta.

Perpres. 2010. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perpres RI. Bogor.

Siregar, Charles J.P., & Amelia, L. 2004. Teori & Penerapan Farmasi Rumah Sakit. Penerbit buku kedokteran ECG.Jakarta.

Yanti, T.H, & Farida, Y. 2016. Analisis ABC Dalam Perencanaan Obat Antibiotik Di Rumah Sakit Ortopedi Surakarta. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 2016. 01. 51-57. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta

Hoan, T.T, & Rahardja, K. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi Keenam. Jakarta.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-01-28

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama