Uji Daya Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Nothopanax Scutellarium Merr.) pada Mencit Yang Diinduksi Karagenin

Penulis

  • Tia Intan Pradita Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
  • Sri Rejeki Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia

DOI:

https://doi.org/10.55181/ijms.v9i1.354

Kata Kunci:

Daun Mangkokan, Nothopanax scutellarium Merr., Antiinflamasi, Ekstrak etanol, Mencit

Abstrak

Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr.) mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol yang digunakan untuk mengobati luka, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun mangkokan memiliki daya antiinflamasi pada mencit yang diinduksi karagenin dan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun mangkokan yang memberikan daya antiinflamasi sebanding dengan kontrol positif. Jenis penelitian ini termasuk eksperimental. Daun mangkokan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji mencit yang digunakan sebanyak 25 ekor dan terbagi dalam 5 kelompok. Semua kelompok diinduksi dengan karagenin. Kelompok I diberi kontrol positif (na diklofenak), kelompok II diberi kontrol negatif (minyak kelapa), dan kelompok III, IV, V diberi ekstrak etanol daun mangkokan masing-masing dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB. Hasil pengukuran panjang udem tiap 30 menit sekali selama 6 jam dianalisis dengan dengan bantuan SPSS versi 22.0 for windows. Hasil % DAI ekstrak etanol daun mangkokan dengan dosis 400 mg sebesar 58,88%, dosis 200 mg sebesar 50,49%, dosis 100 mg sebesar 43,67%, dan kontrol positif sebesar 66,71%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun mangkokan memiliki aktivitas antiinflamasi pada mencit yang sebanding dengan kontrol positif adalah dosis 400 mg. Ekstrak etanol daun mangkokan berpotensi sebagai antiinflamasi.

Referensi

Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta. Universitas Indonesia Press.

Dornland, W.A.N. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta. EGC.

Faridatussaadah, S. 2016. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb). Jurnal Farmasi. (2) 1 : 111-123.

Godman & Gilman. 2002.Dasar Farmakologi Terapi Edisi 10. Jakarta. EGC.

Katzung, B.G. 2010. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta. EGC.

Kusuma, F.R dan Zakky, B.M. 2005. Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Yogyakarta. Agromedia Pustaka.

Neal, M.J. 2006. AT a Glance Pharmacology Medics Edisi V. Jakarta. Erlangga.

Nugroho, A.E. 2012. Farmakologi Obat-Obat Penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Price, S.A dan Wilson, L.M. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta. EGC.

Puspawati, N.M., Suirta, I.W., Wahyuni, N.L.P.M., Ratnayani, N.K. 2017. Uji Aktivitas Antiinflamasi Fraksi N-Heksan Daun Cendana (Santalum album Linn.) Terhadap Oedem Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Karagenan. Jurnal Farmasi. 5 (2) : 102-108.

Putri, R.K. 2020. Uji Aktifitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa L) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Yang Diinduksi Karagenin.IJMS,7 (1) : 79-84

Ramadhani, N dan Sumiwi, S.A. 2016. Aktifitas Antiinflamasi Berbagai Tanaman Berasal Dari Flavonoid. Jurnal Farmasi. 14 (2) : 111-123.

Revina, M., Yuliani, R., Putri, M., Hulu, W., Sinaga, A., Budi, S., Nasution, S.L.R. 2018. Efektifitas Ekstrak Daun Mangkokan Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus. Jurnal Kedokteran. 7 (2) : 166-172.

Turner, R.A. 1965. Screening Methods in Pharmacology. New York. Academic Press.

Katzung, B.G. 2010. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta. EGC.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-01-28

Terbitan

Bagian

Articles