Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Apotek Sehat Kabupaten Boyolali

Penulis

  • Truly Dian Anggraini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Novita Puspasari - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Abstrak

Abstract : Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin effectively. Based on data from IDF (2015), Indonesia ranks 7th with the highest diabetes mellitus in the world. In long-term diseases such as diabetes mellitus, adherence to drug use is one of the factors in the success of therapy. This study was conducted with the aim to describe the level of adherence to the use of antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus at the Healthy Pharmacy Banyudono Boyolali. This type of research is descriptive research conducted prospectively. Data retrieval uses the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire on 67 respondents. Data analysis was performed statistically and presented in the form of a percentage. The results obtained by the level of adherence to the use of antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus in the Healthy Pharmacy Banyudono Boyolali was in the category of low adherence level as many as 34 respondents (50.7%), moderate adherence level category as many as 21 respondents (31.3%), and the high adherence level category was 12 respondents (17.9%). Based on the results of the study, most patients with type 2 diabetes mellitus at the Sehat Pharmacy Banyudono Boyolali had a low level of adherence to the use of antidiabetic drugs, namely 34 respondents (50.7%).Key words : antidiabetic, diabetes mellitus, level of adherence Abstrak : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulinyang cukup atau tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Berdasarkan data dari IDF (2015), Indonesia menempati peringkat ke 7 dengan penderita diabetes melitus tertinggi di dunia. Pada penyakit jangka panjang seperti diabetes melitus, kepatuhan penggunaan obat merupakan salah satu faktor keberhasilan terapi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara prospektif. Pengambilan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) terhadap 67 responden. Analisis data dilakukan secara statistik dean disajikan dalam bentuk presentase . Hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali adalah pada kategori tingkat kepatuhan rendah sebanyak 34 responden (50,7%), kategori tingkat kepatuhan sedang sebanyak 21 responden (31,3%), dan kategori tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 12 responden (17,9%). Berdasarkan hasil penelitian sebagian besarpasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali mempunyai tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik kategori rendah yaitu sebanyak 34 responden (50,7%).Kata kunci : antidiabetik, diabetes melitus, tingkat kepatuhan

Referensi

Adisa, R, Alutudu, MB, Fekeye TO, 2009. Factors contributing to nonadherence to oral hypoglycemic medications among ambulatory type 2 diabetes patients in Southwestern Nigeria, Pharmacy Practice, 7(3): 163-169

Alfian, R. 2015. Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Pharmascience

Ainni, A.N., dan Mutmainah, N. 2017.Studi Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Surakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2005, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Melitus, Jakarta, Departemen kesehatan Replubik Indonesia

Evert,A.B., Boucher, J.L., Cypress, M., Dunbar, S.A., Franz, M.J., Mayer-Davis, E.J., Neumiller, J.J., Nwankwo, R., Verdi, C.L., Urbanski, P, Yancy, W.S. Jr . 2014. Nutrition therapy recommendations for the management of adults with diabetes. Diabetes Care. Nov;36(11):3821-42

Hapsari PN. 2014. Hubungan Antara Kepatuhan Penggunaan Obat dan Keberhasilan Terapi pada Pasien Diabetes Melitus. RSUD Moewardi Surakarta

International Diabetes Federation. 2013. IDF Diabetes Atlas. Brussels, International Diabetes Federation. http://www.diabetesatlas.org.diakses pada 19 September 2018

International Diabetes Federation. 2015. IDF Diabetes Atlas. Brussels, International Diabetes Federation. http://www.diabetesatlas.org.diakses pada 18 September 2018

Irawan, D. 2010. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Tesis. Universitas Indonesia.

Keban, S.A., L.B. Purnomo, dan Mustofa. 2013,Evaluasi Hasil Edukasi Farmasis Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia

Kemenkes RI. 2014. Diabetes Melitus. INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta

Morisky DE dan Muntner P. 2009. Medication adherence scale versus pharmacy fill rates in senior with hypertention. Am J Manag Care

Nafi’ah, K., Wijaya, N., & Hermansyah, A. 2015. Profil Kepatuhan Pasien Puskesmas Pucang Sewu Surabaya dalam Penggunaan Antidiabetes Oral. Jurnal Famasi Komunitas. Vol. 2, No. 1, (2015) 5-11

Palimbunga, T. M., Ratag, B.T., Kaunang, W.P.J., 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Rsu Gmim Pancaran Kasih Manado

PERKENI. 2015. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Jakarta
Ramadona A. 2011. Pengaruh Konseling Obat Terhadap Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Khusus RSU. Dr. Djamil Padang. Tesis Universitas Andalas Padang

Risya M. 2016. Hubungan Kepatuhan dengan Keberhasilan Terapi Berbasis Kombinasi Insulin dan Obat Antidiabetik Oral pada Paisen Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Kalimantan Selatan

Rosyida, L,Priyandani, Y, Sulistyarini, A, Nita, Y . 2015. Kepatuhan Pasien pada Penggunaan Obat Antidiabetes dengan Metode Pill-Count dan MMAS-8 di Puskesmas Kedurus Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 2, No. 2, (2015) 36-41


Soegondo dan Sidartawan. (2013). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. : Panduan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Bagi Dokter dan Edukator. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Strand, L.M., Cipolle, R. J., dan Frakes, M. J. 2013. Medication Adherence: Improved Result with Comprehensive Medication Management Services.Medication Management Systems, Inc

Triplit, C. L., Reasner, C. A., dan Isley, W. L. 2008. Endocrinologi Disorder : Diabetes Melitus in Di Piro. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Seventh Edition Chapter 77. (R. L. Talbert, Ed.) (Seventh Ed). Halaman 1220-1230. New York: McGraw-Hill eBooks

WHO. 2016. Diabetes Facts and Numbers Indonesian. World Health Organization. France

Wijaya,I.N., Faturrohmah, A., Agustin, W.W., Soesanto, T.G., Kartika, D., Prasasti, D., 2015. Profil Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Puskesmas Wilayah SurabayaTimur dalam Menggunakan Obat dengan Metode Pill Count. Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 2 No. 1. Departemen Farmasi Komunitas Fakutas Farmasi. Universitas Airlangga. Surabaya

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel