Analisa Kandungan Boraks Pada Makanan Menggunakan Indikator Kubis Ungu (Brassica Oleracea L)

Penulis

  • Odilia Dea Christina Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera
  • Movi Yoga Supriyadi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55181/ijms.v9i2.379

Kata Kunci:

Kubis Ungu, Boraks, Indikator

Abstrak

Spesies Brassica oleracea L dikenal sebagai kubis atau kol. Kubis ungu ini mempunyai warna yang khas yaitu warna ungu. Warna ungu tersebut disebabkan oleh adanya pigmen warna yaitu zat antosianin, dan zat inilah yang akan digunakan sebagai indikator boraks. Boraks sering kali disalah gunakan untuk dicampurkan ke dalam makanan dimaksudkan agar mendapatkan makanan yang gurih, kenyal, dan tahan lama, walaupun sebenarnya senyawa boraks berbahaya untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kubis ungu (Brasicca oleracea L) efektif digunakan sebagai identifikasi senyawa boraks. Ekstrak kubis ungu dapat digunakan sebagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa boraks, dapat ditandai dengan berubahnya warna ungu menjadi warna hijau. Hasil uji warna stik sebagai indikator boraks pada perendaman 12 jam dan 16 jam. Hasil uji warna tisu sebagai indikator boraks pada perendaman.

Referensi

Asriani, R., 2013. Perlindungan konsumen terhadap bahan kimia berbahaya pada tahu di pasar tradisional rumbio kabupaten kampar berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. uin suska riau 63.

Depkes R.I. dan Dirjen BPOM 2004. Bahan tambahan pangan. Jakarta.

Dis, Y., 2009. Pembuatan Kertas Indikator Asam Basa dari Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). J. Kim. Val. 1. https://doi.org/10.15408/jkv.v1i5.307

Erwin, Nur, M.A., Panggabean, A.S., 2015. Potensi Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleraceaL.) sebagai Indikator Asam Basa Alami.pdf. Kim. FMIPA Unmul 13, 4.

Gustriani, N., Novitriani, K., Mardiana, U., 2016. Penentuan Trayek Ph Ekstrak Kubis Ungu (Brassica Oleracea L) Sebagai Indikator Asam Basa Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut Etanol. J. Kesehat. Bakti Tunas Husada J. Ilmu-Ilmu Keperawatan Anal. Kesehat. Dan Farm. 16, 94. https://doi.org/10.36465/jkbth.v16i1.171

Hambali, M., 2014. Ekstraksi Antosianin Dari Ubi Jalar Dengan Variasi Konsentrasi Solven, Dan Lama Waktu Ekstraksi 20, 11.

Khasanah, K., 2019. Identifikasi Bahan Pengawet Formalin Dan Borak Pada Beberapa Jenis Makanan Yang Beredar Di Pekalongan 6.

Lestario, LN., Rahayuni E, Timotius KH. 2011. Kandungan Antosianin dan Identifikasi Antosianin dari Kulit Buah Jenitri (Elaeocarpus angustifolius Blume). Agritech. Vol. 31, No. 2: 93-101.

Misbah, S.R., Darmayani, S., Nasir, N., 2018. Analisis Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Anduonohu Kota Kendari Sulawesi Tenggara. J. Kesehat. Manarang 3, 81. https://doi.org/10.33490/jkm.v3i2.41

Riniati, R., Widyabudiningsih, D., Sularasa, A., 2020. Penggunaan Indikator Kubis Ungu Pada Analisis Asam Lemak Bebas dengan Metode Titrasi. IJCA Indones. J. Chem. Anal. 3, 56–64. https://doi.org/10.20885/ijca.vol3.iss2.art3

Sumiati, 2019. Purple Cabbage Extracts (Brasicca Oleracea L) As Tofu’s Formalin Indicators. https://doi.org/10.5281/ZENODO.2656806

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-07-30

Terbitan

Bagian

Artikel