Peran Granulosit Sebagai Prediktor Defisit Neurologis Pada Pasien Stroke Hiperakut dan Akut Di RS Bhayangkara Kediri

Penulis

  • Didit Damayanti STIKES Karya Husada Kediri

Abstrak

Abstract: Stroke causes of death in developed countries after heart disease and cancer. In patients with stroke, there are cellular factors that play a role in the process of stroke, such as the release of neurotransmitters due to depolarization of cell membranes and also inflammatory factors that can also cause infarction in cerebral peripheral tissue. Inflammatory factor that plays a role is leukocyte activity (granulocyte). In this case granulocytes play a role in the pathogenesis of acute stroke during the critical phase of inflammation. Increasing the number of leukocytes, especially granulocytes is one of the tests that can identify further neurological deficits in stroke patients ischemia. This study used descriptive correlation with cross sectional approach, that is linking the role of granulocyte enhancement with neurological deficit in ischemia stroke patients at Bhayangkara Kediri Hospital. Sampling technique with eksidental sampling and got sample number 56 respondents. Bivariate test using Spearman. Statistical test results obtained pvalue 0.000 less than α 0.05 with r (correlation strength) 0.801. It can be concluded that, Increasing the number of granulocytes has a relationship with the neurological deficits of patients with acute and sub-acute phase of the phrase ischemia. The higher granulocyte increase may exacerbate the neurologic deficits of ischemia stroke patients.Keywords: Granulocyte, Neurological Deficit            Abstrak: Stroke penyebab kematian ketiga di negara maju setelah penyakit jantung dan kanker. Pada pasien dengan stroke, terdapat faktor selular yang berperan pada proses terjadinya stroke diantaranya adalah pelepasan neurotransmiter akibat depolarisasi membran sel dan juga faktor inflamasi yang juga dapat menyebabkan infark pada jaringan perifer cerebral. Faktor inflamasi yang berperan adalah  aktivitas leukosit (granulosit). Dalam hal ini granulosit berperan dalam patogenesis stroke akut selama fase kritis peradangan. Peningkatan jumlah leukosit terutama granulosit  merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat mengidentifikasi defisit neurologis lebih lanjut pada pasien stroke ischemia. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan "cross sectional", yaitu menghubungkan antara peran peningkatan granulosit  dengan defisit neurologis pada pasien stroke ischemia di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Teknik sampling dengan eksidental sampling dan didapatkan jumlah sampel 56 responden. Uji bivariat menggunakan Spearman. Hasil uji statistik didapatkan pvalue 0,000 kurang dari α 0,05  dengan r (kekuatan korelasi) 0,801. Dapat disimpulkan bahwa, Peningkatan jumlah granulosit memiliki hubungan dengani defisit neurologis pasien srtoke ischemia fase akut dan sub akut. Semakin tinggi peningkatan granulosit dapat  memperberat defisit neurologis pasien stroke ischemia.Kata kunci: Granulosit, Defisit neurologis 

Referensi

Adiputro, H. 2011.Perbandingan Agregasi Trombosit Pasien Stroke Iskemik yang Diberikan Anto Agregasi dengan pasien Stroke Iskemik Kasus Baru. USU Institutional Repository. Universitas Sumatra Utara.
Rachmawati, D., dkk (2017). Pengetahuan Keluarga Berperan Terhadap Keterlambatan Kedatangan Pasien Stroke Iskemik Akut di Instalasi Gawat Darurat. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Vol 29. No 4.DOI 10.21776.
Riyanto, R., & Brahmadhi, A (2017). Pengaruh Subtype Stroke terhadap Terjadinya Demensia Vascular Pada Pasien Post Stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Jurnal Ilmiah Ilmu- Ilmu Kesehatan. Vol 15. No 1.ISSN 1693-7309.
Hao. Q, Leung et al. 2010. The Significance of Microembolic Signals and New Cerebral Infarct on the Progression of neurological Deficit In Acute Stroke Patients with Large Artery Stenosis. 29. 424-430. Doi: 10.1159/000289345.
Horffbrand, et al .(2016). Essential Haematology. Wiley. British.
Jin, Rong et al. 2010. Inflammatory Mechanisms in Ischemic Stroke: Role of Inflammatory Cells. Journal of Leucocyte Biology. Doi: 10.1189/jlb.1109766.
Shaheen, et al. (2009). Inflammatory Mechanisms in Ischemic Stroke: Therapeutic Approachs. Jurnal of Translation Medicine. Doi: 10.1186/1479-5876-7-97.
Tsai. Nai-Wen, et al. 2010. Leucocyte Apoptosis in patients With Acute Ischemic Stroke. Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology. Doi: 10.1111/j.1440-1681.2010.05398.x.
Ghani, L., dkk(2016). Faktor Resiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. Vol 44: 49-58.Jakarta: Puslitbang Sumber Daya & Pelayanan Kesehatan.
Wippoid. 2009. Focal Neurologic Deficit. AJNR Am J Neurologic. 29: 1998-2000.

Cara Mengutip

Didit Damayanti (2018) “Peran Granulosit Sebagai Prediktor Defisit Neurologis Pada Pasien Stroke Hiperakut dan Akut Di RS Bhayangkara Kediri”, Indonesian Journal on Medical Science, 5(2). Tersedia pada: http://ejournal.poltekkesbhaktimulia.ac.id/index.php/ijms/article/view/154 (Diakses: 5 April 2025).

Terbitan

Bagian

Artikel