Penatalaksanaan Relaksasi Otot Progresif : Pursed Lip Breathing dan Respiratory Muscles Stretch Gymnastics dengan Ketidakefektifan Pola Napas Pasien PPOK di Desa Mojolaban Kabupaten Sukoharjo

Penulis

  • Novita Siti Fatimah Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
  • Deden Dermawan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia

DOI:

https://doi.org/10.55181/ijms.v9i1.347

Kata Kunci:

Pursed Lip Breathing, Respiratory Muscles Stretch Gymnastics, Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Abstrak

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara di saluran napas (paru-paru) yang tidak sepenuhnya reversibel (PDPI, 2011). Prevalensi PPOK di Indonesia menurut Riskesdas (2013) mencapai 3,7% atau sekitar 9,2 juta jiwa.Tindakan untuk mengatasi ketidakefektifan pola napas secara non farmakologis yaitu dengan latihan teknik pernapasaan relaksasi otot progresif: pursed lip breathing exercise dan respiratory muscles stretch gymnastics. Tujuan dilakukan tindakan ini untuk mendeskripsikan penatalaksanaan relaksasi otot rogresif: pursed lip breathing exercise dan respiratory muscles stretch gymnastics dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pola napas pada pasien PPOK. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan subjek peneliti yaitu non-probality sampling dengan pendekatan puposive sampling. Populasi penelitian adalah 3 subjek penderita PPOK. Hasil penelitian Subjek mengatakan sesak napas yang dirasakan berkurang, tidak menggunakan pernapasan cuping hidung, tidak menggunakan pernapasan mulut, respirasi dalam rentang normal (16-20 kali/menit). Kesimpulan pemberian latihan relaksasi otot rogresif: pursed lip breathing exercise dan respiratory muscles stretch gymnastics efektif untuk mengatasi masalah ketidakefektifan pola napas pada pasien PPOK.

Referensi

Chang, E. 2010.Patofisiologi: Aplikasi pada Praktik Keperawatan Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: EGC.

Darmojo, R. 2011. Buku Ajar Geriatric (Ilmu Kesehatan Lanjut Usia). Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Decramer, Marc, Janssens, and Marc Miravitlles. 2012. Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Seminar 379(9823):1341-51

Dermawan, D. 2012. Proses Keperawatan Penerapan Konsep & Kerangka Konsep. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Edward, 2012.Buku Saku Hitam Kedokteran Paru. Jakarta: Indeks.

Guyton dan Hall, 2010.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC.

Handoko, 2012.Asuhan Keperawatan Pada Subjek Dengan Gangguan Sistem

Helmi, N. 2013. Gambaran Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya PPOK. http://respiratory.unri.ac.id. Jurnal.pdf. Diakses tanggal 15 Juli 2020

Herdman, T. Heather, Kamitsuru, Shigemi. 2018. NANDA-1 Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. Jakarta: EGC.

Khasanah S, dan Maryoto M. 2014. Efektifitas Posisi Condong Ke Depan (CKD) Dan Pursed Lips Breathing (PLB) Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Subjek Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). http://id.portalgaruda.org/. Diakses 07 September 2020.

Kozier, B. 2010.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses Dan Praktik. Jakarta: EGC.

Kristiningrum, Esther. 2019. Farmakoterapi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Departement Medical. PT Kalbe Farma.Tbk. 266-269.2019

Lestari, R.I and , Herawati,I, &, Rosella K, (2015) Manfaat Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) Bagi Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mappadang R,V, Sekeon S, A, S. 2016. Hubungan Antara Kebiasaan Merokok,Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Dengan Kejadian Tuberculosis Paru Di Puskesmas. http://medkesfkm.unsrat.ac.id/2018/08. diakses tanggal 18 juli 2020

Mutaqqin, Arif. 2012. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika

PDPI. 2011. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) Diagnosis dan Penatalaksanaan. Jakarta: PDPI.

Potter P. A, dan Perry A. G. 2010.Fundamental Nursing Edition. Jakarta: Salemba Medika.

Pyor Dan Webber. 2010. Physiotherapy For Respiratory And Cardiac Problems.London: Churchill Livingstone.

Rekha, K., Rai, S., Anandh, V., & D, S. S. D. 2016. Effect of Stretching Respiratory Accessory Muscles in Cronic Obstruktive Pulmonary Disease, 9, 1-4.

Roisin RR. 2016. Chronic Obstructive Pulmonary Disease Update 2010 Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease, Inc, 1-94.https://doi.org/10.1097/00008483-200207000-00004

Sepdianto T.C, Tyas, M.D C, dan Anjaswarni. 2013. Peningkatan Saturasi Oksigen Melalui Latihan Deep Diapraghmatic Breathing Pada Subjek Gagal Jantung.

Silalahi, Kritiana L & Siregar, Tobus Hasiholan. 2018. Pengaruh Pulsed Lip Breathing Exercise terhadap Penurunan Sesak Napas pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di RSU Royal Prima Medan 2018.Jurnal keperawatan priority, Volume 2, No. 1, Januari 2019 ISSN 2614-4719.

Somantri, I. 2012. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

Vitaloka, Astika Galuh. 2015. Pengaruh Respiratory Muscle Exercise Terhadap Penurunan Sesak Napas (Dyspnea) pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta PdH Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:yHd0E4yuaTsJ:scholar.google.com/+astika+galuh+vitaloka&hl=id&as_sdt=0,5.Diakses tanggal 18 Februari 2020.

Yunani & Widiati 2017. Respiratory Muscle Stretching Toward Pulmonary Vital Capacity For Asthma Patient.Institute Of Health Scince Karya Husada Semarang: Indonesia.

WHO. 2017. Chronic Respiratory Diseasis: Chronic Obstruktive Pulmonary Disiase (COPD). http://www.who.int/respiratory/copd/en/. Diakses tanggal 28 Februari 2020.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-01-28

Terbitan

Bagian

Artikel