Pengaruh Konsentrasi Tween 80 Sebagai Surfaktan Terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Nanoemulgel Ibuprofen

Penulis

  • Joseph Baskoro Sanaji Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Metty Sarah Krismala Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Fitria Rosa Liananda Politeknik Katolik Mangunwijaya

Abstrak

Abstract: Ibuprofen is a simple derivative of phenylpropionic acid which is efficacious as an anti-inflammatory (anti-inflammatory), analgesic (pain reliever), and antipyretic (fever-lowering). Nanoemulgel is a development of nanoemulsion preparations. This study aims to determine the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel so that a nanoemulgel preparation that meets the requirements can be made. One important component in the nanoemulgel system is surfactant. Addition of surfactant can reduce surface tension in nanoemulgel. tween 80 is a surfactant that is widely used, because it has non-toxic and stable properties against the influence of pH. Based on this background it is necessary to do research on the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel. The physical characteristics of nanoemulgel that need to be known are organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, adhesion, viscosity, protection power, particle size, and polydispersity index of surfactant concentrations used were 38%, 39% and 40%. The results of the evaluation of nanoemulgel characteristics were analyzed statistically using Anova test with a confidence level of 95%, based on the results of the study showed that differences in levels of surfactants affect the physical characteristics of nanoemulgel which includes. Viscosity, Adhesiveness, Spread, Protection Power, Washed Power, Particle Size and Polydispersity Index, and no effect on organoleptic testing, homogeneity, pH, and type of emulsion. The size of nanoemulgel particles in formulas I, II and III were 462.3 nm respectively; 132.7 nm; and 123.6 nm with polydispersity index of 0.566; 0.268, and 0.343.Keywords: ibuprofen, nanoemulgel, Tween 80, physical characteristics Abstrak: Ibuprofen merupakan turunan sederhana dari asam fenilpropionat yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (anti peradangan), analgetik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Nanoemulgel merupakan pengembangan dari sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen sehingga dapat dibuat suatu sediaan nanoemulgel yang memenuhi persyaratan. Salah satu komponen penting dalam sistem nanoemulgel adalah surfaktan. Penambahan surfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan pada nanoemulgel. Tween 80 merupakan surfaktan yang banyak digunakan, karena memiliki sifat tidak toksik dan stabil terhadap adanya pengaruh pH. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen. Karakteristik fisik nanoemulgel yang perlu diketahui adalah organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, daya proteksi, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Konsentrasi surfaktan yang digunakan adalah 38%, 39% dan 40%. Hasil evaluasi karakteristik nanoemulgel dianalisis statistik menggunakan uji anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan kadar surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik fisik nanoemulgel yang meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi, daya tercuci, ukuran partikel dan indeks polidispersitas, tetapi tidak berpengaruh terhadap pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan tipe emulsi. Ukuran partikel nanoemulgel formula I, II dan III berturut-turut sebesar 462,3 nm; 132,7 nm; dan 123,6 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,566; 0,268, dan 0,343.Kata kunci : ibuprofen, nanoemulgel, tween 80, karakteristik fisik

Referensi

Agustin, R., Sari, N., dan Zaini, E., 2014. Pelepasan Ibuprofen dari Gel Karbomer 940 Kokristal Ibuprofen-Nikotinamida, Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 1(1).
Ansel, H.C., 2008.Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi VI, UI Press, Jakarta.
Garg, A.D., Aggarwal, S., dan Sigla, A.K.,.2002. Spreading of Semisolid Formulation. Pharmaceutical Technology, Pp. 84-104, USA.
Genatrika, E., Nurkhikmah I., Hapsari, I., 2016, Formulasi Sediaan Krim Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa L.) sebagai Antibakteri Propionibacterium acnes, Pharmacy, Vol. 13 No. 02
Heather, A.E., dan Adam, C.W.,.2012.Transdermal and Topical Drug Delibery:Principles and Practis, A. John Wilet&Sons, Inc, New Jersey.
Katzung, B.G, 2010.Farmakologi Dasar dan Klinik (terjemahan), Ed.10, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Rahmawati, D., Sukmawati, A., dan Indrayudha, P., 2010. Formulasi Krim Minyak Atsiri Rimpang Temu Giring (Curcumae heyneanaval dan zijp): Uji Sifat Fisik dan Daya Anti Jamur Terhadap candida albicans Secara In Vitro. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Rowe, R.C., Sheskey, P.J. and Owen, S.C., 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6 th Edition, Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association, London.
Swastika, A., Mufrod., dan Purwanto., 2013. Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Sari Tomat (Solanum lycopersicum L.),Trad Med Journal, 18(3).
Ulaen, S.P.J., Banne, Y., Suatan., dan Ririn, A., 2012. Pembuatan Salep Anti Jerawat dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol 3 No. 2
Tadros, T. F., 2013, Emulsion Formation and Stability. Willey-VCH Verlag GmbH and Co. KgaA, Weinheim

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel