Pengaruh Konsentrasi Cocamide Dea Sebagai Surfaktan Pada Pembuatan Sampo Ekstrak Daun Alamanda

Penulis

  • Agnes Berta Nasmety Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Kharisma Ardea Pramest Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Ira Zahara Septiani Politeknik Katolik Mangunwijaya

Abstrak

Abstract: Alamanda leaf (Allamanda cathartica) in the form of extract with a concentration of 30% has been investigated to inhibit the growth of fungal causes of dandruff that Candida albicans. Alamanda leaves extracted using maceration methods are known to contain antifungal compounds that is alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The preparation that can be used as a cleanser for dandruff is shampoo. One of the important compositions in making shampoo is the surfactant. One example of a surfactant that can be used in a shampoo preparation is Cocamide DEA which has the effect of emmolient (moisturizing) and foam stabilizer (stabilizing). This research is an experimental study of one factorial Completely Randomized Design (CRD), that is Cocamide DEA concentration. The concentration of Cocamide DEA used is 4%, 6% and 8%. The physical characteristics of the tested dosage included organoleptic, pH, viscosity, and foam height measurements and anticombe activity test using Candida albicans. The test results were analyzed theoretically and statistically using the ANOVA test and the Kruskall-Wallis test which had a 95% confidence level. The results of the research on the organoleptic test of the three formula preparations for the extract of alamanda leaf extract were liquid and no sediment, brown and distinctive smell. The pH value of the formula shampoo I, II, and III in a row 5.06; 5.5 and 5.86. The viscosity test results of formulas I, II, and III were 400 cP, 1849 cP and 2844 cP. Foam height for formulas I, II and III is 4 cm, 5 cm and 6.5 cm. The antifungal activity test results showed inhibition diameters for all three formulas of 1.5 cm.Key words: alamanda leaves, shampoo, cocamide DEA, anti-dandruff Abstrak: Daun alamanda (Allamanda cathartica) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 30% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe yaitu Candida albicans. Daun alamanda yang diektraksi menggunakan metode maserasi diketahui mengandung senyawa antijamur yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sediaan yang dapat digunakan sebagai pembersih ketombe adalah sampo. Salah satu komposisi penting dalam pembuatan sampo adalah surfaktan. Salah satu contoh surfaktan yang dapat digunakan dalam sediaan sampo adalah Cocamide DEA yang memiliki efek emmolient (melembabkan) dan foam stabilizer (menstabilkan). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu konsentrasi Cocamide DEA. Konsentrasi Cocamide DEA yang digunakan sebesar 4%, 6% dan 8%. Karakteristik fisik sediaan yang diuji meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan pengukuran tinggi busa serta uji aktivitas antiketombe menggunakan jamur Candida albicans. Hasil pengujian di analisis secara teoritis dan statistik menggunakan uji Anova dan uji Kruskall-Wallis yang memiliki taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian pada uji organoleptis ketiga formula sediaan sampo ekstrak daun alamanda berbentuk cairan dan tidak ada endapan, berwarna coklat serta berbau khas. Nilai pH sediaan sampo formula I, II, dan III berturut-turut 5,06; 5,5 dan 5,86. Hasil uji viskositas formula I, II, dan III yaitu sebesar 400 cP, 1849 cP dan 2844 cP. Tinggi busa untuk formula I, II dan III yaitu 4 cm, 5 cm dan 6,5 cm. Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan diameter penghambatan untuk ketiga formula sebesar 1,5 cm.Kata kunci: daun alamanda, sampo, cocamide DEA, antiketombe

Referensi

Arundhina Elisabeth, C. J. Soegihardjo, B. Boy Rahardjo Sidharta. 2014. Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Sebagai Antijamur Terhadap Candida albicans Dan Pityrosporum ovale Secara In Vitro. Jurnal Penelitian Program Studi Farmasi Sanata Dharma: Yogyakarta.
Barel, A.O., Paye, M., dan Maibach, H.I. 2001. Handbook of Cosmetic Science and Technology. Marcel Dekker Inc: New York.
Mardinda, Bellia Sitompul., Paulina V.Y., Novel S., 2016. Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Sampo Antiketombe Ekstrak Etanol Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Secara In Vitro.Pharmacon Program Studi Farmasi FMIPA UNSRATVol 5 No. 3 Tahun 2016: Manado.
Mahataranti N., I.Y. Astuti, and B. Asriningdhiani. 2012. Formulasi Shampo Antiketombe Ekstrak Etanol Seledri (Apium graveolens L) dan Aktivitasnya Terhadap Jamur Pityrosporum ovale. Jurnal PharmacyFakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9 No. 02 Tahun 2012: Purwokerto.
Noor, S.U., dan Nurdyastuti, D., 2009. Lauret-7- Sitrat sebagai Detergensia dan Peningkat Busa Pada Sabun Cair Wajah Glysine soja (Sieb.) Zucc, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 7 (1).
Ratnawulan, Soraya. 2009. Pengembangan Ekstrak Etanol Kubis (Brassica oleracea var.Capitata l.) Asal Kabupaten Bandung Barat dalam Bentuk Sampo Antiketombe Terhadap Jamur Malessezia furfur.Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran: Bandung.
Rozi, Muhammad. 2013. Formulasi Sediaan Sabun Mandi Transparan Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Cocamid Dea Sebagai Surfaktan.Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta.
Vibrianthi, C. 2011. Potensi Tanaman Alamanda di Daerah Bogor sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase.Skripsi. Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor: Bogor.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel