Hubungan Faktor Perilaku Merokok Dengan Perilaku Merokok Siswa SLPN 2 Plupuh Sragen

Penulis

  • Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta
  • Tri Susilowati

Abstrak

Abstract: Cigarettes seem to have become one of the needs that almost match the basic needs. Smoking is a behavior that has the risk of various diseases. Indonesia has become the third largest country in the world with 34.7% of active smokers (82 million). The survey showed 41% of teenage boys aged 13-15 years in Indonesia already have smoking habits and young women reached 3.5%. Data of Basic Health Research in 2010, the average national smoking age is 17.6 years. Smoking behavior that begins as a teenager becomes a threat to health. Smoking behavior can be influenced by factors such as knowledge, family behavior, cigarette advertising and peer behavior. SLTPN 2 Plupuh is national standard schools that have no smoking regulations. The results of interviews with consultant teachers have students who smoke in school. This reserch to analyze the correlation between smoking behavior factor with smoking behavior student’s in SLTPN 2 PlupuhThis research is a quantitative research using cross sectional design. Sampling with stratified random sampling, there were 134 samples, and instruments using questionnaires. There is no correlation between knowledge level factor, cigarette advertisement exposure and smoking behavior of peers with smoking behavior. There is a relationship between the smoking behavior of family members and the students' smoking behavior. Family factors are the factors most associated with students' smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, knowledge, family, peers, cigarette advertisement. Abstrak: Rokok seakan sudah menjadi salah satu kebutuhan yang hampir menyamai kebutuhan pokok. Merokok merupakan suatu perilaku yang memiliki resiko munculnya berbagai penyakit. Indonesia telah menjadi negara urutan ketiga di dunia dengan jumlah perokok aktif sebanyak 34.7 % (82 juta jiwa). Survei menunjukan 41% remaja laki-laki berusia 13-15 tahun  di  Indonesia  sudah memiliki kebiasaan  merokok dan remaja putri mencapai angka 3,5%. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, rata-rata umur merokok nasional adalah 17,6 tahun. Perilaku  merokok  yang  dimulai  sejak remaja  menjadi  sebuah  ancaman  bagi kesehatan.  Perilaku merokok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, perilaku keluarga, iklan rokok dan perilaku teman sebaya. SLTPN 2 Plupuh sekolah standar Nasional yang memiliki peraturan dilarang merokok. Hasil wawancara dengan guru BK terdapat siswa yang merokok di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor perilaku merokok dengan perilaku pada siswa SLTPN 2 Plupuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan stratified random sampling, ada 134 sampel, dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara faktor tingkat pengetahuan, keterpaparan iklan rokok dan perilaku merokok teman sebaya dengan perilaku merokok. Terdapat hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan perilaku merokok siswa. Kesimpulan: Faktor keluarga adalah faktor yang paling berhubungan dengan perilaku merokok siswa. Kata kunci : Perilaku merokok, pengetahuan, keluarga, teman sebaya, iklan rokok

Referensi

Arjanggi, R dan Suprihatin, T. 2010. Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasar Regulasi Diri. Makara, Sosial Humaniora. Vol 14 No 2. Desember 2010 : 91-97.
Aula, LE. 2010. Stop Merokok. Yogyakarta : Gara ilmu
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2012. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kemenkes RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar. Kemenkes. RI
Khurzhid F. 2012. Causes of Smoking Habit Among The Teenagers. Interdisplinary Journal of Contemporary Research in Bussiness. 3(9): p.848-855.
Komisi Nasional Perlindungan Anak .2007. Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok : Strategi Menggiring Anak Merokok, Jakarta : Komisi nasional Perlindungan Anak
Kurniawati, E. 2008. Iklan Rokok: Yang Muda yang Dibidik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Morissan, M. A. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana
Mu’tadin, Z. 2009. Remaja dan Rokok http://www.e-psikologi.com
Notoatmodjo, S. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rieneka Cipta
Rachmat, M,. Ridwan, MT,. Muhammad, S. 2013. Perilaku Merokok Remaja Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol. 7, No, 11.
Rochayati, AS & Eyat, H. 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Remaja Di Sekolah Menengah Kejuruan Kapubaten Kuningan. The Soedirman Journal Of Nursing, Vol. 10, No. 1, Maret 2015.
Rohayati, I. 2011. Program Bimbingan Teman Sebaya Untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa (Studi Pre Eksperimental Pada Siswa SMA Negeri 13 Bandung Kelas XI Tahun Pelajaran 2010-2011). Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia. Edisi Khusus No 1. Jurnal.upi.edu/RCL/36-ICE-Rohayati.
Septiana, N, Syahrul & Hermansyah. 2016. Faktor Keluarga Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. 4, No. 1.
Simarmata, S. 2012. Perilaku Merokok pada Siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kuok Kecamatan Bangkinang Barat Kabupaten Kampar Provinsi Riau Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Suryaningrat, W. 2007. Menghindari Rokok. Bogor: Surba Indah Mandiri.
TCSC, IAKMI & KPS-PDKT. 2009. Fakta tembakau permasalahannya di Indonesia. TCSC-IAKMI
WHO. 2011. Global adult tobacco survey: Indonesia Report. Available from apps.nccd.cdc.gov/GTSSData/ Ancillary/DataReports.aspx?CAID=3.
Wong, D.L. Hockenberry, M., Wilson, D, Schawrzt P, 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik sixth., Jakarta: EGC.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel