Tablet Hisap Sari Buah Tomat (Licopersicon esculentum Mill.) sebagai Penangkal Radikal Bebas

Penulis

  • Anasthasia Pujiastuti Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Paulina Maya Octasari Politeknik Katolik Mangunwijaya
  • Siska Setyorini Politeknik Katolik Mangunwijaya

Abstrak

Abstract : Free radicals are atoms or molecules that are unstable and very reactive because they contain one or more unpaired electrons in their outer orbitals. The body needs an important substance, an antioxidant that is capable of capturing free radicals so that it cannot induce a disease. Antioxidants are contained in various types of food, especially fruits and vegetables. One fruit that contains a lot of antioxidants is tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill). Tomatoes have lycopene, flavonoids and vitamin C as antioxidants. Tomato pollen can be made lozenges. The most important material in determining the dissolution time of the lozenges after is the binder, among others, Polyinylpyrrolidone K-30 (PVP K-30). Making tomato lozenges using wet granulation method with the content of PVP K-30 binder used is 1%, 2%, and 3%. The evaluation results of physical characteristics of lozenges were analyzed statistically using ANOVA and Kruskall-Wallis test with a confidence level of 95%, then tested the antioxidant activity of tomato juice lozenges using the DPPH method. Based on the results of the study, it was found that the levels of PVP K-30 had an effect on the physical characteristics of tomato pollen lozenges which included organoleptic, hardness, friability, and dissolution time but had no effect on uniformity of weight and uniformity of size. Antioxidant activity produced by lozenges of tomato juice at a concentration of 300 ppm, formula I of 2.295%; formula II is 2.606%; and formula III 2,391%.Key words: tomato lozanges, tomato juice, PVP K-30, physical characteristics, antioxidant activity  Abstrak: Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Tubuh memerlukan suatu substansi penting yaitu antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas sehingga tidak dapat menginduksi suatu penyakit. Antioksidan terkandung dalam berbagai jenis makanan, terutama buah dan sayuran. Salah satu buah yang banyak mengandung antioksidan adalah tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Buah tomat memiliki kandungan likopen, flavonoid dan vitamin C sebagai antioksidan. Serbuk sari buah tomat dapat dibuat sediaan tablet hisap. Bahan yang paling penting dalam penentuan waktu melarut dari tablet hisap setelah adalah bahan pengikat antara lain Polivinilpirolidon K-30 (PVP K-30). Pembuatan tablet hisap sari buah tomat dengan metode granulasi basah dengan kadar bahan pengikat PVP K-30 yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 3%. Hasil evaluasi karakteristik fisik tablet hisap dianalisis statistik menggunakan uji anova dan Kruskall-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%, selanjutnya diuji aktivitas antioksidan tablet hisap sari buah tomat menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar PVP K-30 berpengaruh terhadap karakteristik fisik tablet hisap serbuk sari buah tomat yang meliputi organoleptis, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tetapi tidak berpengaruh pada keseragaman bobot dan keseragaman ukuran. Aktivitas antioksidan yang dihasilkan oleh tablet hisap sari buah tomat pada konsentrasi 300 ppm, formula I sebesar 2,295 % ; formula II sebesar 2,606 %; dan formula III sebesar 2,391 %. Kata kunci: tablet hisap, sari buah tomat, PVP K-30, karakteristik fisik, aktivitas antioksidan

Referensi

Imam, D., 2006, Pengaruh Pemberian Jus Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) terhadap Motilitas Spermatozoa Mencit Balb/c Jantan yang Diberi Paparan Asap Rokok, Artikel Ilmiah, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang

Khaidir, S., Murrukmihadi, M., dan Kusuma, A.P., 2016. Formulasi Tablet Ekstrak Kangkung Air (Ipomoea aquatica F.) dengan Variasi Kadar Amilum Manihot sebagai Bahan Penghancur. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11: 1–8
Lachman, L., Lieberman, H.., dan Kaning, J.., 1994. Teori Dan Praktek Farmasi Industri, 3rd ed. UI Press, Jakarta

Maulida, D., dan Zulkarnaen, N., 2010, Ekstraksi Antioksidan (Likopen) dari Buah Tomat dengan Menggunakan Solven Campuran, n–Heksana, Aseton, dan Etanol, Skripsi, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang.

Mu’nisa, A., 2012., Analisis Kadar Likopen dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Tomat Asal Sulawesi Selatan, Jurnal Bionature, Volume 13, Nomor 1, hlm.62-66

Nguyen ML, Francis D, Schwartz SJ. 2001. Thermal isomerisation susceptibility of carotenoids in different tomato varieties. J Sci Food Agric. 81(9):910–17

Priyambodo, B., 2007, Manajemen Farmasi Industri, Global Pustaka Utama, Yogyakarta.

Rori, W.M., 2016. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Tablet Ekstrak Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot) dengan Metode Granulasi Basah. PHARMACON, 5

Rowe, R.C., Sheskey, P.J., & Quinn, M.E., 2009, Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th Ed., ThePharmaceutical Press and The American Pharmacists Association, Washington DC.

Setijorini, L.E., B.S. Purwoko.,S. Suprihatini dan Susanto,S., 2004, Pengaruh Aplikasi Poliamin= Spermidin Terhadap Kualitas dan Daya Simpan Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.), diakses tanggal 5 November 2017, http://www.ut.ac.id/ludvica/pengaruh%20aplikasi%20poliamin.htm.

Shi, J., Kakuda Y., Yeung D., 2004. Antioxidative properties of lycopene and other carotenoids from tomatoes: synergistic effects. Biofactors. 21(1-4):203-10.

Siregar, C., 2010, Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Swastika,A., 2013. Aktivitas Antioksidan Krim Sari Buah Tomat. Vol 18, No.3 Hal 2. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada

Voight, R., 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Xianquan S, Shi J, Kakuda Y, Yueming J. 2005. Stability of lycopene during food processing and storage. J Med Food. 8(4):413–22.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel